Arsip untuk Nurani kategori

Kalau dugaan itu benar…

Posted in Nurani on Oktober 30, 2008 by Batara Sinaga

Pilkada Taput telah terlaksana tanggal 27 Oktober 08 dengan “aman dan tertib” atau istilah kerennya “kondusif”. Keesokan harinya, salah satu tim pasangan calon meng-klaim bahwa mereka sudah mendapat perolehan suara yang paling tinggi, dan kemungkinan besar pemilihan hanya berlangsung satu putaran.

Tetapi kemudian apa yang terjadi. Ribuan pendukung dari lima pasangan calon lainnya kemudian datang beramai-ramai ke kantor KPUD meminta agar penghitungan suara dihentikan dan menuntut agar pilkada diulang, karena melihat adanya indikasi penggelembungan jumlah suara yang dicurigai akan menguntungkan salah satu pasangan calon. Menurut data BPS jumlah penduduk yang berusia 15 – 75 tahun adalah 160 ribuan orang, sedangkan menurut data KPUD jumlah pemilih ada 180 ribuan orang.

Eh, masuk akal juga ya kalau ada kesalahan. Mana mungkin jumlah pemilih lebih banyak dari jumlah penduduk yang memenuhi syarat sebagai pemilih. Nampaknya kebenaran dari indikasi kesalahan ini perlu ditindaklanjuti dengan serius, karena bagaimanapun rakyat yang akan dirugikan apabila ternyata dugaan itu benar.

Kalau dugaan itu benar, akan sangat memilukan. Di saat rakyat menginginkan perubahan melalui pemilihan pemimpin yang dirasa mampu membawa perubahan dengan segudang pengalaman yang dipunyainya, di saat itu juga ada pihak yang ingin mempertahankan singgasananya dengan segala cara meskipun telah terbukti tidak membawa perubahan apa2 selama memimpin.

Tapi sebentar. Mungkin ada juga sebagian “rakyat” yang menginginkan situasi seperti ini ya. “Rakyat” yang masih kental dengan paham primordialisme, yang sampai-sampai menyumbat mata dan telinga nuraninya. Atau “rakyat” yang pro kemapanan dan tak mau berubah.

Apa yang terjadi di masa datang kalau dugaan itu benar..? Apa yang terjadi di masa datang kalau kita tidak mau berubah..?

Wahai laskar-laskar pelangi yang menginginkan perubahan, berjuanglah untuk meraihnya meskipun kebebasanmu menjadi taruhannya.