Arsip untuk Oktober, 2008

Kisah Laki-laki Dan Keledai

Posted in Kisah on Oktober 30, 2008 by Batara Sinaga

Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir,  “Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?”

Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, “Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan.”

Kali ini anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda. “Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?”

Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lewat. “Binatang malang …., ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang bisa sangat kejam!”

Sampai di sini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu. Melihat kejadian itu, orang-orang tertawa terpingkal-pingkal, “Lihat, manusia keledai memanggul keledai!” sorak mereka.

“Jika anda berusaha menyenangkan semua orang, bisa jadi anda tak akan dapat menyenangkan siapa pun”

Source : My Boss

Kalau dugaan itu benar…

Posted in Nurani on Oktober 30, 2008 by Batara Sinaga

Pilkada Taput telah terlaksana tanggal 27 Oktober 08 dengan “aman dan tertib” atau istilah kerennya “kondusif”. Keesokan harinya, salah satu tim pasangan calon meng-klaim bahwa mereka sudah mendapat perolehan suara yang paling tinggi, dan kemungkinan besar pemilihan hanya berlangsung satu putaran.

Tetapi kemudian apa yang terjadi. Ribuan pendukung dari lima pasangan calon lainnya kemudian datang beramai-ramai ke kantor KPUD meminta agar penghitungan suara dihentikan dan menuntut agar pilkada diulang, karena melihat adanya indikasi penggelembungan jumlah suara yang dicurigai akan menguntungkan salah satu pasangan calon. Menurut data BPS jumlah penduduk yang berusia 15 – 75 tahun adalah 160 ribuan orang, sedangkan menurut data KPUD jumlah pemilih ada 180 ribuan orang.

Eh, masuk akal juga ya kalau ada kesalahan. Mana mungkin jumlah pemilih lebih banyak dari jumlah penduduk yang memenuhi syarat sebagai pemilih. Nampaknya kebenaran dari indikasi kesalahan ini perlu ditindaklanjuti dengan serius, karena bagaimanapun rakyat yang akan dirugikan apabila ternyata dugaan itu benar.

Kalau dugaan itu benar, akan sangat memilukan. Di saat rakyat menginginkan perubahan melalui pemilihan pemimpin yang dirasa mampu membawa perubahan dengan segudang pengalaman yang dipunyainya, di saat itu juga ada pihak yang ingin mempertahankan singgasananya dengan segala cara meskipun telah terbukti tidak membawa perubahan apa2 selama memimpin.

Tapi sebentar. Mungkin ada juga sebagian “rakyat” yang menginginkan situasi seperti ini ya. “Rakyat” yang masih kental dengan paham primordialisme, yang sampai-sampai menyumbat mata dan telinga nuraninya. Atau “rakyat” yang pro kemapanan dan tak mau berubah.

Apa yang terjadi di masa datang kalau dugaan itu benar..? Apa yang terjadi di masa datang kalau kita tidak mau berubah..?

Wahai laskar-laskar pelangi yang menginginkan perubahan, berjuanglah untuk meraihnya meskipun kebebasanmu menjadi taruhannya.

Amazing Grace

Posted in Songs on Oktober 30, 2008 by Batara Sinaga

Amazing Grace

Amazing Grace, how sweet the sound,
That saved a wretch like me.
I once was lost but now am found,
Was blind, but now I see.

T’was Grace that taught my heart to fear.
And Grace, my fears relieved.
How precious did that Grace appear
The hour I first believed.

Through many dangers, toils and snares
I have already come;
‘Tis Grace that brought me safe thus far
and Grace will lead me home.

The Lord has promised good to me.
His word my hope secures.
He will my shield and portion be,
As long as life endures.

Yea, when this flesh and heart shall fail,
And mortal life shall cease,
I shall possess within the veil,
A life of joy and peace.

When we’ve been here ten thousand years
Bright shining as the sun.
We’ve no less days to sing God’s praise
Than when we’ve first begun.

John New­ton, Ol­ney Hymns (Lon­don: W. Ol­i­ver, 1779)