Amazing Grace

Posted in Songs on Oktober 30, 2008 by Batara Sinaga

Amazing Grace

Amazing Grace, how sweet the sound,
That saved a wretch like me.
I once was lost but now am found,
Was blind, but now I see.

T’was Grace that taught my heart to fear.
And Grace, my fears relieved.
How precious did that Grace appear
The hour I first believed.

Through many dangers, toils and snares
I have already come;
‘Tis Grace that brought me safe thus far
and Grace will lead me home.

The Lord has promised good to me.
His word my hope secures.
He will my shield and portion be,
As long as life endures.

Yea, when this flesh and heart shall fail,
And mortal life shall cease,
I shall possess within the veil,
A life of joy and peace.

When we’ve been here ten thousand years
Bright shining as the sun.
We’ve no less days to sing God’s praise
Than when we’ve first begun.

John New­ton, Ol­ney Hymns (Lon­don: W. Ol­i­ver, 1779)

Simalem Resort yang benar-benar Indah…!

Posted in Traveling on September 19, 2010 by Batara Sinaga

Mengisi liburan dengan berwisata hal yang ditunggu-tunggu… especially for the kidz….. yuuupps!

Biar lebih bermakna dan benar-benar dinikmati…. browsing dulu deh…! Yes, we did it prior to decide where to go… Anak-anak sangat antusias membahas satu demi satu objek wisata yang akan dijajal… apalagi si Pudan yang sok ngatur….hehehe. Finally…. kami sepakat touring ke arah barat Sumatera Utara… yah tepatnya Tanah Karo Simalem… dimulai Sibolangit, kemudian Berastagi… and the last target is Simalem Resort.

July 8th, 2010….The Hill Hotel & Resort Sibolangit yang kami jajal pertama. The Hill… a resort in the midst of natural bamboo and pine tree woods, with modern minimalist concept…. hmmm this is my fave style…. with the hill view around…!



We choose The Hill as it’s very close to the themepark Hillpark… yang lengkap dengan berbagai wahana bermain… All for the kidz… Kebahagiaan yang tiada banding, ketika melihat anak-anak bahagia.




Kami sudah sore masuk Hillpark pada hari ini, terpaksa kami harus menghentikan keinginan mencoba wahana2 yang ada… since the park will be closed at 6 pm….. but we promise will come again tomorrow to try all the remaining games.

Uppss… it’s time back to the hotel… dinner… then spend the freezing night while having talk with my ‘stars’…

To be continued…..!

Handphone….Antara Manfaat dan Resiko

Posted in Uncategorized on Oktober 22, 2009 by Batara Sinaga

Sepuluh tahun yang lalu handphone masih sebuah benda yang mahal dan sulit terjangkau bagi kebanyakan orang. Malah bisa disebut barang mewah. Untuk menggunakannya kita masih melihat tempat, atau setengah sembunyi kalau tidak mau disebut “pamer”.

Sekarang, handphone dengan segala teknologinya sudah menjadi sebuah benda yang mudah didapat dan sangat penting untuk ditenteng kemana-mana, bahkan mungkin lebih penting dari sebuah pulpen. Atau jangan heran kalau ketinggalan dompet masih bisa ditahan menunggu pulang kerja sore hari, tapi ketinggalan handphone bisa memaksa seseorang untuk kembali ke rumah.

Luar biasa…manfaat handphone jauh masuk ke dalam kehidupan manusia segala lapisan. Sebegitu bermanfaatnya, sampai-sampai seseorang bisa tahan selera untuk beli makanan asal masih punya pulsa di handphone.

Tetapi dibalik manfaat yang diberikannya bagi kehidupan manusia, ternyata handphone juga membawa resiko buruk terhadap kehidupan (kesehatan) manusia itu sendiri. ketika digunakan berbicara atau mengirim SMS, handphone memancarkan radiasi dan energi RF (radiofrequency). Akumulasi radiasi dan energi RF ini dalam waktu yang lama, diyakini dapat meningkatkan resiko timbulnya berbagai penyakit seperti kanker, tumor, migrain/vertigo, atau masalah perilaku anak. Anak-anak yang sudah terbiasa menggunakan handphone dari kecil, akan dapat mengalami gangguan kesehatan setelah dewasa. Tentunya semakin tinggi pancaran radiasi yang dikeluarkan oleh sebuah handphone, semakin tinggi pula resiko bahaya terhadap kesehatan.

Berdasarkan studi yang dilakukan lembaga riset Environmental Working Group (EWG), sedikitnya terdapat 10 jenis handphone yang mempunyai radiasi tinggi, di antaranya Blackberry Curve 8830 dan Motorola Moto VU204. Selain itu ada juga jenis-jenis handphone dengan radiasi rendah seperti Nokia 9500, Nokia 7710, atau Blackberry Storm 9500, tetapi tetap berpotensi untuk menimbulkan gangguan kesehatan.

“Sebenarnya kami ingin mengatakan bahwa ponsel merupakan barang yang aman,” kata Olga Naidenko, peneliti senior EWG yang mengepalai penelitian, seperti VIVAnews kutip dari About, 14 September 2009. “Tetapi sayangnya kami tidak bisa. Dari penelitian terakhir, meski belum selesai, terdapat permasalahan serius akan risiko kanker dari penggunaan ponsel yang harus ditelusuri melalui penelitian lebih lanjut. Untuk sementara waktu, pengguna bisa mengambil langkah-langkah untuk mereduksi paparan radiasi,” ucapnya.

Kebutuhan akan handphone sepertinya tidak akan lepas dari peradaban manusia di masa datang, tetapi setidaknya kita masih dapat mengambil langkah-langkah efektif untuk mengurangi resiko buruk terhadap kesehatan kita.

Berikut ini beberapa tips untuk mengurangi bahaya radiasi handphone:

1. Gunakanlah handphone seperlunya.

2. Pertimbangkanlah selalu untuk menggunakan telepon rumah.

3. Jika anda terpaksa harus menggunakan handphone dalam waktu lama, aktifkan speaker atau gunakan handsfree.

    “Sebaiknya gunakan speaker daripada mendekatkan ponsel ke telinga. Jarak otak dan telinga yang dekat akan membuat radiasinya cepat masuk ke otak. Menggunakan speaker bisa menjauhkan jarak radiasi hingga 15 inci dan mengurangi RF ke otak hingga 1/225th,” ujar Dr. Andrew Weil seperti dilansir Huffington Post, Senin (12/10/2009).

    4. Dapatkan informasi tentang rate emisi radiasi sebelum anda memutuskan untuk membeli sebuah gadget handphone.

      Semoga bermanfaat….!

      By: Batara Sinaga

      4 Hidden Secrets of Top Performing Managers that You Must Know

      Posted in Uncategorized on Februari 7, 2009 by Batara Sinaga

      A manager’s most precious asset is his time. Preserving enough hours to do what really needs to be done is a constant struggle. To be a highly successful manager, you are not only required to master your respective field; you are also required to maximize your time. To achieve that, you are strongly advised to adopt these 4 management secrets developed by Dr. Steven Khaw.

      Secret #1Always Plan Ahead

      At the end of your each workday, make a “To-Do List” for the next day in order of priority. Differentiate between what is important and what is vital. Put high priorities on morale-building tasks. Keep track of tasks throughout the day and cross each off after it is done.

      Secret #2Always Stay Focused

      Do not let your stressful responsibilities linger. Cut big and onerous projects down to smaller size by breaking them into manageable bites. Remember, there are limits to what you can do. Set limits and learn to say no. Allocate blocks of time for tasks and try to put similar tasks in batches.

      Secret #3Maximize Your Minutes

      Keep a detailed time log for several days to see how your time is spent. Reclaim some of your lost minutes by sticking to a schedule that includes an allocated block of time for personal matters. If surfing the internet is a good stress reliever; build it into your lunch time break.


      Secret #4Give Others a Chance

      Don’t micro-manage. Besides wasting time, it also kills your employees’ morale and productivity. Independent employees tend to work harder and better, thus free up your time for strategic planning. Pick your right people and give them clear directions as well as realistic due dates.

      It is essential for managers to create a motivating and functional workforce. To optimize your employees’ hidden potentials.

      Source: My Collegue

      Neraka Dan Surga….

      Posted in Kisah on Januari 16, 2009 by Batara Sinaga

      Suatu ketika
      seorang manusia diberi kesempatan untuk
      berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata,
      “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti
      apakah Neraka dan Surga itu”.

      Kemudian
      Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah
      pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke
      dalam.

      Di tengah ruangan terdapat sebuah
      meja bundar yang sangat besar, dan di tengahnya
      terdapat semangkok sup yang beraroma sangat
      lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air
      liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang
      yang kurus yang tampak sangat
      kelaparan.

      Orang-orang itu masing-masing
      memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan
      masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang
      untuk mencapai mangkok di tengah meja dan
      mengambil sup yang lezat tadi.

      Tapi
      karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak
      dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk
      memakan sup yang terambil.

      Si Manusia
      tadi merinding melihat penderitaan dan
      kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan
      itu.

      Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat
      NERAKA”

      Lalu mereka menuju ke pintu kedua
      yang ternyata berisi meja beserta sup dan
      orang-orang yang kondisinya persis sama dengan
      ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam
      ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat
      dan berisi dan mereka sangat bergembira di
      keliling meja tersebut.

      Melihat keadaan
      ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa
      yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya
      sama ini mereka terlihat lebih bergembira
      ?”

      Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat
      sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat
      baik”

      “Perhatikan bahwa orang-orang ini
      dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat
      dicapainya dengan sendok bergagang panjang,
      sedangkan di ruangan lain orang-orang yang
      serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya
      sendiri “

      Selamat Tahun Baru 2009.

      Marilah kita berbagi sendok dengan sesama, dengan segala kemampuan yang ada sama kita.
      Source : My Boss

      Mengemudi Dengan Aman

      Posted in Uncategorized on Desember 23, 2008 by Batara Sinaga

      Bulan Desember telah tiba, banyak perjalanan akan dilakukan oleh orang-orang yang akan memanfaatkan hari libur untuk mudik, atau hanya sekedar wisata.
      Tentu semua orang menginginkan tiba dengan selamat di tempat tujuan tanpa kurang suatu apapun. Biasanya sebelum berangkat pengemudi akan melakukan persiapan khususnya kondisi kendaraan seperti rem, mesin, dan oli mesin. Bahkan ada juga yang menambah assesori yang selain untuk memperindah tampilan, dianggap juga bisa menambah performa kendaraan seperti kaca spion tambahan, kenalpot racing.
      Tetapi ada satu hal yang tidak boleh dilupakan yaitu persiapan pengemudi baik secara fisik maupun mental. Dengan kondisi fisik dan mental yang prima, seorang pengemudi akan lebih siap untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan bereaksi secara baik untuk meminimalisasi terjadinya kecelakaan.
      Berikut ada beberapa tips yang mungkin berguna bagi anda untuk mempersiapkan fisik dan mental:
      - Sebelum melakukan perjalanan seorang pengemudi harus mendapat istirahat (tidur) yang cukup
      - Jangan mengemudi dalam keadaan lapar atau malah terlalu kenyang
      - Minum air putih yang cukup selama perjalanan
      - Posisi duduk mengemudi harus diusahakan senyaman mungkin, dan mempunyai ruang gerak yang leluasa
      - Upayakan pandangan yang seluas-luasnya ke depan dan selalu waspada
      - Apabila menyetel musik sebaiknya dengan volume yang tidak terlalu keras dan sebaiknya memilih musik yang bisa memberikan nuansa yang tenang
      - Jangan terbawa emosi dengan keadaan sekitar seperti ulah pengemudi lain yang tidak menyenangkan
      Dan yang tidak kalah pentingnya adalah mengambil waktu sejenak untuk berdoa, memohon keselamatan dari Tuhan.
      Semoga perjalanan anda menyenangkan dan pulang kembali dengan selamat.

      Sentuh Hatiku

      Posted in Songs on Desember 20, 2008 by Batara Sinaga

      Betapa kumencintai

      Segala yang telah terjadi

      Tak pernah sendiri, jalani hidup ini

      Selalu menyertai

      Betapa kumenyadari

      Di dalam hatiku ini

      Kau s’lalu memberi, rancangan terbaik

      Oleh karena kasih

      Bapa sentuh hatiku, ubah hidupku

      Menjadi yang baru

      Bagai emas yang murni

      Kau membentuk bejana hatiku

      Bapa ajarku mengerti, sebuah kasih

      Yang selalu memberi

      Bagai air mengalir

      Yang tiada pernah berhenti

      Sabar

      Posted in Uncategorized on November 11, 2008 by Batara Sinaga

      Sabar adalah sebuah kata yang mudah diucapkan, tetapi sangat sulit untuk dilakukan. Ketika orang lain kita lihat sedang dikuasai perasaan tidak sabar, biasanya kita akan memberikan nasehat supaya (lebih) sabar. Tapi di saat lain, kita sendiri akan juga mengalami perasaan tidak sabar terhadap sesuatu kejadian yang kita hadapi.

      Sebenarnya kita sangat mudah membedakan kondisi dimana kita bertindak sabar atau sebaliknya tidak sabar. Dalam aktivitas sehari-hari, hal tentang kesabaran sangat mudah diidentifikasi. Ketidaksabaran yang tidak bisa kita kendalikan akan bermuara kepada rasa marah. Permasalahn yang sering terjadi dalah kita tidak cukup responsif untuk mengambil langkah memperbaiki tindakan kita. Kita tidak mudah mengubah (turning) perilaku kita ke arah yang berbeda (positif).

      Posisi Superior

      Kadang-kadang memang kita tidak mengalami langsung akibat negatif lanjutan sebagai buah dari tindakan kita yang tidak sabar. Kemarahan yang kita keluarkan sebagai akibat ketidaksabaran sepertinya tidak mendapatkan reaksi dari lingkungan kita. Mungkin dalam keadaan itu kita sedang dalam posisi “superior” sehingga orang-orang di sekeliling kita enggan memberikan reaksi yang sama kepada kita. Misalnya kita sebagai atasan, sebagai orangtua, atau sebagai guru. Dalam hal ini seolah-olah kita merasa mendapat pembenaran bahwa “tidak ada salahnya marah”.

      Di kala lain, tindakan kemarahan yang kita luapkan bisa juga mendapat reaksi yang bertentangan dari lingkungan kita. Kemarahan yang kita ungkapkan tidak diterima begitu saja oleh orang-orang di sekeliling kita. Ironisnya, semakin tindakan kita direspon negatif pihak lain, amarah kita bisa-bisa semakin menjadi-jadi. Jangan salahkan siapa-siapa kalau sampai pada keadaan ini, situasi yang lebih buruk (kerugian yang lebih besar) sedang mengintip kita. Itulah sebabnya orang-orang yang mengasihi kita biasanya akan memberi nasihat atau petuah yang bertujuan menyadarkan kita agar tidak terjerumus lebih jauh lagi. Kita perlu mengelola perasaan emosi kita secara lebih baik.

      Ketika menghadapi anak kita yang sudah remaja dengan berbagai tingkah laku yang di mata kita sebagai orang tua adalah tidak benar, kemampuan kesabaran kita sering diuji. Kenakalan-kenakalan dilakukan tanpa merasa salah, bahkan seolah-olah itu adalah haknya sebagai seorang anak. Satu kesalahan masih kita coba bersabar, menasehati, memberi pengertian. Tetapi ketika kesalahan-kesalahan berikutnya dilakukan dengan seenaknya, syahwat amarah kita mulai memuncak. Kita mulai kehilangan akal dan berkata dalam hati “sudah habis kesabaranku”. Posisi superior kita mulai mendominasi cara berpikir kita. Maka tidak jarang orang tua melakukan tindakan yang mengarah ke hukuman fisik. Ini adalah manifestasi dari perasaan kehilangan kesabaran akibat dari terlambatnya respon positif dari diri sendiri.

      Diluar Kendali Kita

      Ada satu cerita dimana seorang lelaki mengalami rentetan kejadian dalam satu hari yang benar-benar menguji kesabarannya. Pagi hari dia terbangun lebih pagi dari biasanya karena mendengar ribut-ribut suara sepeda motor yang dihidupkan meraung-raung di samping rumah. Ketika dia hendak menggosok gigi, dia temukan odol sudah kandas sampai pipih dan tak mungkin lagi keluar meski harus diinjak-injak. Sampai disini dia masih mencoba bersabar. Setelah ritual mandi dan sarapan diselesaikan, dia berangkat ke kantor dengan mengendarai mobilnya yang sudah tidak “muda” lagi. Ketika masuk jalan utama, mobilnya mulai merayap pelan-pelan mengikuti kemacetan yang setiap pagi terjadi. Tiba-tiba mobilnya tersendat-sendat jalannya dan menunjukkan gejala mau mogok. Dia berharap-harap dalam hati, mudah-mudahan tidak mogok … dan kalaupun mogok maunya setelah perempatan di depan, karena tidak jauh dari situ ada bengkel mobil. Benar, mobilnya dapat melalui kemacetan sampai melewati perempatan, tetapi akhirnya mogok juga kira-kira 50 meter dari bengkel yang dimaksud. Udah, nggak apa-apalah …. tinggal mendorong sedikit sudah sampai. Dengan minta tolong ke beberapa orang yang sedang lewat, mobil berhasil digeser sampai di depan gerbang bengkel. Dalam hatinya “meski telat, saya masih bisa masuk kantor hari ini”. Tetapi ketika ditanya, petugas jaga di bengkel itu bilang bahwa teknisi bengkel baru akan masuk kerja jam 9. Berarti dia harus menunggu kira-kira 2 jam lagi sampai teknisinya datang. Kesabarannya mulai hilang. Emosinya mulai tak terkendali dan sudah di ubun-ubun. Bagaimana tidak, pagi dimulai dengan kekesalan dan hingga saat ini kekesalan masih mendampinginya terus. Bahkan kalau cerita ini dilanjutkan, mungkin masih akan ada lagi serangkaian kejadian-kejadian yang akan membuatnya lebih emosi lagi dan semuanya diluar kendalinya.

      Kita mungkin pernah mengalami rentetan kejadian seperti (atau mirip) dengan cerita diatas. Kalau kita sudah pernah membaca buku tentang “bagaimana mengelola emosi anda” atau semacamnya, atau nasihat dari pakar motivator Andrie Wongso (7 Langkah Kesabaran), mungkin kita akan mulai mem-praktek-kannya. Langkah pertama, kedua, ketiga dan seterusnya kita lakukan. Dalam hal ini yang kita lakukan adalah mengelola seluruh kemampuan yang ada pada diri kita, untuk bisa bertahan dan mengendalikan diri. Hal ini memang akan sangat membantu dan bisa berhasil, tetapi masih hanya dalam konteks mengandalkan kemampuan diri kita sendiri.

      Sabar Vs Pasrah

      Ketika usaha pengendalian diri yang kita harapkan berhasil dari diri kita sendiri tidak membuahkan hasil, kemungkinan kita akan berhenti dan memilih pasrah pada keadaan. Satu hal, kita harus membedakan antara pengertian Sabar dengan Pasrah. Dalam keadaan pasrah, kita telah menghentikan peluang untuk mendapatkan keadaan yang lebih baik untuk masalah yang sedang kita hadapi. Kepasrahan telah meruntuhkan jembatan yang akan menghantarkan kita kepada kondisi yang lebih baik. Kita harus menghindari ini, yang kita inginkan adalah proses-proses positif yang akan membuat atmosfir kehidupan kita lebih lega.

      Kalau diatas kita bercerita tentang upaya-upaya dari diri kita sendiri untuk mengatasi keadaan. Tetapi pernah terpikir nggak untuk mengundang “kekuatan lain” yang sangat meyakinkan dapat membantu kita untuk berhasil melewati keadaan yang benar-benar diluar kendali kita dan menguras kemampuan kita. Dengan cara ini kita membiarkan spirit lain yang ada diluar kita, menuntun kita secara perlahan, menenangkan emosi kita, menyejukkan hati kita, bahkan akhirnya membuat kita seolah-olah tidak ada mengalami kejengkelan-kejengkelan sama sekali sebelumnya. Cara itu adalah dengan BERDOA. Ya very simple, berdoa. Dengan berdoa, kita membiarkan Roh Tuhan yang bekerja di dalam diri kita. Memberikan pengertian ke dalam hati kita, melembutkan saraf-saraf kita yang tegang, dan melonggarkan pikiran kita yang kusut (crowded). Berdoa yang bukan dengan harus melipat tangan, tetapi memusatkan pikiran meminta campur tangan Tuhan dalam pergumulan bathin kita. Tetapi satu hal, lakukanlah DOA itu dari saat pertama anda mengalami kejengkelan. Selanjutnya meski sejuta kejengkelan menghadang kita, tidak akan mempengaruhi kita. Semoga bermanfaat….!

      Galatia 5:22-23 > Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      Silindung

      Posted in Songs on November 5, 2008 by Batara Sinaga

      Sian punsu ni Dolok Martimbang i

      Jongjong au manatap, hutatap humaliang

      Songon intan nang berlian nararak di hutai

      Arta pinukka ni ompui

      Sian purba pe sahat tu irisanna

      Tarbarita do tongtong hinaulinai

      Nang tu desa naulau, tong tarsar baritani

      O Rura Silindung Nauli

      Hape nuaeng dung dao au sian lambungmi

      Marhuta sada tu luat sileban i

      Hubege baritam tangis au di nadao

      Huingot disihaetehonki

      Huta nauli didia saonari

      Huta najogi hatubuanki

      Tung godang do naung hasea sian ho

      Pangisi ni luatmi di luat nadao

      Aha ma naung dipatupa lao paturehon ho

      Paulihon hinajogi mi

      dohot udutna…sori bah lupa

      endeon pinatomu-tomu ni abanganda Rudolf Hutagalung

      Tarutung

      Posted in Kotaku on November 2, 2008 by Batara Sinaga

      Tarutung adalah sebuah kota yang terletak di bagian selatan Sumatera Utara. Jaraknya sekitar 300 km dari kota Medan. Sebagaimana daerah yang berada di ketinggian sekitar 900an dpl, kota Tarutung berhawa sejuk.

      Aku sangat familiar dengan kota ini. Tentu, karena aku dilahirkan dan dibesarkan di kota ini. Mulai dari udaranya yang dingin, sampai tempat2 favorit bagi para pendatang (bahkan masih tempat favorit bagi kami yang lahir disana).

      Ada satu hal yang menjadi karunia tersendiri bagi kota ini, yaitu adanya tempat pemandian dengan berbagai sumber yang berbeda. Ada pemandian air panas berbelerang (Sipoholon dan Hutabarat), air hangat jernih tidak berbelerang (Ugan), air bersoda (Aek Rara), bahkan air dingin (Simarlailai). Yang aku sebutkan terakhir ini, aku kurang tau apakah masih sering dikunjungi orang.

      Pemandian air panas atau air hangat disebut juga sebagai “Aek Rangat”. Aku kurang tahu kenapa akhirnya disebut Aek Rangat. Pemandian favoritku sendiri adalah air hangat Ugan. Selain bening, airnya hangat bisa langsung celup dan tidak berbelerang lagi. Hanya tempatnya kurang nyaman, karena harus bercampur baur dengan semua yang mandi, tidak ada atap dan pintu lagi. Biasanya “ritual” mandi disini, kami akhiri dengan makan telur bebek rebus dengan kecap asin cap angsa. Meskipun tempatnya kurang nyaman, tapi aku lebih suka kesana, daripada harus menggigil mandi air ledeng di rumah.

      Sesekali aku juga sambangi air panas Sipoholon, manakala badan terasa lelah dan letih. Mandi dalam air panas berbelerang, akan terasa melonggarkan otot2 dan pori2. Yang unik di tempat ini adalah sistim antri untuk mendapatkan kamar mandi. Maka untuk membalas lama antrian yang bisa sampai satu jam, terpaksa kami membalasnya dengan berlama2 berendam. Aku lihat pengelola permandian sudah bertambah banyak disini, bahkan sudah ada yang tersentuh arsitektur bergaya modern. Suatu kemajuan yang pantas diteruskan.

      Permandian air panas Hutabarat hampir sama dengan kondisi di Sipoholon. Hanya karena lokasinya berada di dalam perkampungan (bukan jalan lintas), maka pemandian ini kurang berkembang. Menurut cerita teman-teman pemandian ini kurang berkembang.

      Air bersoda yang terletak di Desa Parbubu disebut juga dengan Aek Rara. Airnya memang betul2 mengandung soda yang terasa asam, dan sedikit pedih bila kena mata. Wadahnya berupa kolam besar (seperti kolam renang bulat) dan berbatasan dengan sawah, jadi semua yang datang mandi sama2 di dalam kolam itu. Sekali waktu aku kesana lihat2, sudah sedikit berobah dengan pinggiran kolam sudah dibeton (dulu masih tanah seperti pematang sawah). Kedalaman kolamnya kira2 setinggi leher orang dewasa. Aku suka kesana semasa remaja dulu.

      Kalau pemandian air dingin Simarlalai mungkin kurang populer dibandingkan dengan pemandian lainnya. Wajar saja, karena orang kurang berminat mandi air dingin sementara udaranya sendiri sudah dingin. Tapi nggak ada salahnya juga kalau mau mencoba, sekedar membandingkan. Pemandiannya adalah berupa kolam kecil curahan dari bendungan kecil, dan seingatku hanya tempat mandi untuk kaum adam. Tempatnya di alam terbuka, tidak ada kamar penyekat apalagi atap. Waktu anak-anak aku beberapa kali kesana. Ke ujung pemandian ini ada sebuah kampung (aku lupa namanya), dimana terdapat satu jenis pohon namanya Hatopul, yang buahnya mirip cempedak tetapi dengan ukuran buah yang lebih kecil.

      Apa yang mau aku sampaikan adalah bahwa Tarutung mempunyai potensi wisata “air” yang luar biasa, yang apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik akan membuat kehidupan yang jauh lebih baik bagi penduduk di sekitarnya. Aku pernah berkunjung ke beberapa tempat wista (pemandian) yang sebenarnya tidak terlalu istimewa, tetapi dikelola dengan baik dan menjadi andalan parawisata di daerah tsb. Semoga hal ini tidak luput dari perhatian pemda untuk pengembangan ke depan.

      Kisah Laki-laki Dan Keledai

      Posted in Kisah on Oktober 30, 2008 by Batara Sinaga

      Suatu ketika seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan menyengir,  “Lihatlah orang-orang dungu itu. Mengapa mereka tidak naik ke atas keledai itu?”

      Laki-laki itu mendengar perkataan tersebut. Ia lalu meminta anaknya naik ke atas keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, “Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan.”

      Kali ini anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda. “Mengapa kalian berdua tidak menaiki keledai itu bersama-sama?”

      Mereka menuruti nasehat gadis muda itu. Tidak lama kemudian sekelompok orang lewat. “Binatang malang …., ia menanggung beban dua orang gemuk tak berguna. Kadang-kadang orang memang bisa sangat kejam!”

      Sampai di sini, ayah dan anak itu sudah muak. Mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu. Melihat kejadian itu, orang-orang tertawa terpingkal-pingkal, “Lihat, manusia keledai memanggul keledai!” sorak mereka.

      “Jika anda berusaha menyenangkan semua orang, bisa jadi anda tak akan dapat menyenangkan siapa pun”

      Source : My Boss

      Ikuti

      Get every new post delivered to your Inbox.